Featured Post Today
print this page
Latest Post

Contoh Rencana Bisnis Cafe

Anda ingin menjalankan bisnis atau usaha cafe? Ingin mengetahui perencanaan-perencanaan apa saja mengenai bisnis ini. Oke, langsung saja berikut contoh rencana bisnis cafe yang siapa tahu dapat bermanfaat.

Sebelum melangkah lebih jauh, terlebih dahulu tentukanlah cafe yang seperti apa yang ingin anda bangun? Apakah cafe sebagai tempat nongkrong anak-anak muda atau untuk kalangan umum?

Jika diperuntuhkan untuk anak-anak muda maka sekarang tentukan apa saja minuman dan makanan yang cocok dan disukai anak muda zaman sekarang. Sebagai saran, anda juga dapat menjual makanan seperti pisang goreng isi coklat atau stroberi. Karena cafe yang menjual makanan-makan seperti itu sangatlah jarang. Sehingga itu dapat menjadi ciri khas dari cafe anda.
Bila sudah menentukan, maka tahap selanjutnya yaitu mengkonsep dekorasinya ingin seperti apa? Karena untuk kalangan anak muda, nuansa romantis juga perlu di tambahkan serta jangan lupa berilah tempat hiburan. Bila semua itu sudah terkonsep, sekarang tinggal mencari tempat yang strategis dan yang cocok.

Untuk tahap selanjutnya yaitu hitung semua modal yang diperlukan untuk membangun bisnis ini. Bila sudah dihitung, sekarang tinggal membangunnya.

Bila sudah jadi cafe tersebut, tinggal berpromosi. Untuk promosi dapat dilakukan melalui radio, membagikan brosur ke sekolah-sekolah, kampus dan juga tempat-tempat tongkrongan anak muda. Berpromosi melalui jejaring sosial seperti Facebook dan juga Twitter juga sangat membantu.

Anda dapat mengadakan launching cafe, yang dihadiri teman-teman. Dan juga dapat mengundang wartawan dari surat kabar.

Sepertinya itu saja contoh rencana bisnis cafe yang dapat dijadikan referensi. Ingatlah, menjadi sukses itu butuh proses dan waktu. Tak bisa orang yang berbisnis dapat sukses dengan sekejap mata. Jadi, teruslah berinovasi dan berkreasi supaya dapat meraih mimpi.

0 komentar

Keberanian Pengetahuan dan Keikhlasan

Saya termasuk jarang update facebook atau twitter. Entah mengapa, hari itu ngebet buka twitter. setelah scroll atas bawah, saya temukan twitt simple dan menarik dari Pak Tri Atmojo, begini bunyinya : "Untuk Memulai Bisnis Perlu Keberanian, Untuk Mengembangkannya Perlu Pengetahuan, Untuk Mengakhirinya Perlu Keikhlasan" Saya mengamini statmen ini.

Untuk memulai bisnis, perlu keberanian lebih tinggi daripada pengetahuan. Banyak sekali orang yang sudah training, kursus, seminar, baca buku dan coaching wirausaha akhirnya tak bergerak kemana-mana kecuali idenya yang berkembang. Salah satu penyebabnya adalah miskinnya keberanian. Ilmu banyak tak akan banyak berarti dalam bisnis tanpa diimbangi keberanian yang cukup. Perlu keberanian lebih daripada sekedar banyaknya pengetahuan.

Pada tahap ini, seorang calon pebisnis perlu keberanian untuk action tanpa harus banyak berpikir terhadap resiko yang mungkin timbul, karena memang bisnis itu tak bisa lepas dari resiko. Untuk pemula, mengasah keberanian jauh lebih penting daripada mengasah pengetahuan. Action dulu, baru kemudian benahi kekurangan. Kalau menunggu kesempurnaan, niscaya tak akan pernah eksekusi. Jadi kunci memulai usaha, beranilah action !

Berikutnya jika usaha sudah berjalan, maka tak cukup hanya mengandalkan keberanian. Ilmu untuk mengembangkan bisnis berikutnya adalah butuh pengetahuan. Jika jurus yang digunakan tetap keberanian, niscaya suatu titik akan mengalami accident. Ini ibarat kita naik motor, boleh jadi awal naik motor yang kita butuhkan adalah keberanian, berikutnya adalah membaca rambu dan ilmu lainnya. Ketika Anda hanya berani dan ndak bisa baca rambu, mungkin anda lolos diperempatan jalan saat lampu merah, tapi tidak untuk perempatan-perempatan berikutnya.

Dalam bisnis juga demikian, modal nekat saja tidak cukup, kita memerlukan pengetahuan untuk mengembangkan bisnis menjadi besar, kita perlu memperdalam ilmu manajemen operasi, marketing, sdm dan keuangan. Tanpa memiliki ilmu dasar tersebut niscaya usaha yang dikelola akan tetap mengecil bagai bonsai atau malah bisa jadi hidup segan mati tak mau atau tragsinya mati.

Tahap berikutnya, bisnis yang dikembangkan seringkali membentuk kurva S, ada yang tumbuh menjadi besar dan ada yang layu. Bagi seorang pebisnis itu hal biasa, bagai menanam padi di sawah, ada yang tumbuh subur dan ada yang layu dan bahkan mati dikerubuti gulma. Bisnis juga demikian, dari bisnis yang kita rintis ada yang membesar dan bahkan ada yang merugi terus.

Mensikapi bisnis yang rugi, sebagai bisnisman harus memiliki keikhlasan. Bisnis yang terus merugi biasanya bukan bisnis yang baik. Bagaimana sikap sebagai seorang pebisnis, menurut saya harus punya keikhlasan untuk membunuhnya dan menguburkannya. Bisnis yang terus merugi tidak tepat untuk terus disupply, bisa jadi lama kelamaan akan menjadi benalu keuangan kita. So jangan malu, jangan gengsi dan jangan bimbang menguburkannya meskipun itu kadang menyakitkan hati karena terlanjur mencintainya.

Keberanian, Pengetahuan dan Keihklasan modal dasar buat menghadapi bisnis yang kita kembangkan.

Semoga bermanfaat.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga Corp.
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Info lama - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger