5 November 2013
Aktivis wanita Arab Saudi Manal al-Sharif, yang kini tinggal di Emirat Arab Bersatu, menunjukkan lambang kemenangan dengan jarinya saat dia memandu keretanya di Dubai. | AFP
RIYADH, KOMPAS.com — Seorang wanita warga negara Kuwait ditahan polis Arab Saudi gara-gara memandu kereta untuk menghantar ayahnya yang menderita diabetes ke rumah sakit.
Wanita itu ditahan polis dekat perbatasan Arab Saudi-Kuwait dan ditahan untuk menjalani pemeriksaan. Demikian harian The Kuwait Times melaporkan.
Penangkapan ini terjadi hanya seminggu setelah sekelompok wanita Saudi mengadakan aksi protes pada 26 Oktober lalu melawan peraturan yang melarang kaum wanita memandu kereta .
Harian The Kuwait Times menambahkan dalam laporannya, polis tidak memperdulikan penjelasan wanita itu yang mengatakan dia harus menghantarkan ayahnya yang sakit dan harus segera mendapatkan perawatan rumah sakit.
Tidak dijelaskan dalam berita itu apakah ayah wanita itu akhirnya boleh sampai di rumah sakit untuk mendapatkan rawatan perubatan.
Di Kuwait, wanita bebas memandu kereta sendiri. Sementara di Arab Saudi, meski tak ada peraturan tertulis, wanita tak diizinkan memandu kereta sendiri.
Empat orang wanita di Arab bertinjauan memandu kereta, meski mereka mendapat peringatan keras dari polis dan kelompok ultrakonservatif di negeri itu.
Para ulama garis keras Saudi yang memberlakukan larangan itu berpendapat jika larangan memandu untuk perempuan dilanggar akan berpotensi besar menimbulkan kerosakan moral warga negeri itu.
Wanita itu ditahan polis dekat perbatasan Arab Saudi-Kuwait dan ditahan untuk menjalani pemeriksaan. Demikian harian The Kuwait Times melaporkan.
Penangkapan ini terjadi hanya seminggu setelah sekelompok wanita Saudi mengadakan aksi protes pada 26 Oktober lalu melawan peraturan yang melarang kaum wanita memandu kereta .
Harian The Kuwait Times menambahkan dalam laporannya, polis tidak memperdulikan penjelasan wanita itu yang mengatakan dia harus menghantarkan ayahnya yang sakit dan harus segera mendapatkan perawatan rumah sakit.
Tidak dijelaskan dalam berita itu apakah ayah wanita itu akhirnya boleh sampai di rumah sakit untuk mendapatkan rawatan perubatan.
Di Kuwait, wanita bebas memandu kereta sendiri. Sementara di Arab Saudi, meski tak ada peraturan tertulis, wanita tak diizinkan memandu kereta sendiri.
Empat orang wanita di Arab bertinjauan memandu kereta, meski mereka mendapat peringatan keras dari polis dan kelompok ultrakonservatif di negeri itu.
Para ulama garis keras Saudi yang memberlakukan larangan itu berpendapat jika larangan memandu untuk perempuan dilanggar akan berpotensi besar menimbulkan kerosakan moral warga negeri itu.
Sumber : Daily Mail
Editor : Ervan Hardok
Posting Komentar